Rabu, 12 Agustus 2009

Paku


 Ada seorang anak laki - laki yang bersifat pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan sang anak, ayahnya membelikan sekantong paku dan mengatakan pada anak itu untuk memakukan paku tersebut kesebuah balok kayu setiap kali dia marah.
hari pertama ia telah memakukan 30 paku ke balok, hari demi hari pun telah dilalui, dan setelah bebrapa bulan, akhirnya tiba saat nya dimana anak tersebut merasa bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Ia mengusulkan kepada ayahnya agar ia mencabut 1 paku setiap hari dimana ia tidak marah.
Hari demi hari berlalu, anak itu memberi tahu ke ayahnya bahwa paku tersebut sudah tercabut, lalu ayahnya menuntun anaknya ke balok tersebut.
jawab ayahnya, yaa... kamu telah berhasil dengan baik, tetapi lihatlah lubang - lubang di balok ini. Balok ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya, ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan, kata - kata mu akan meninggalkan bekas seperti ini di hati orang lain.
Kamu dapat menusukan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu. Tetapi tidak peduli berapa kali kamu minta maaf, luka itu tetap ada, dan luka karena kata - kata adalah sama buruknya dengan luka fisik. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar