Hanya tersisa 4 orang peserta, mereka memamerkan mobil mainan yang dimiliki kepada penonton. Semuanya mobil buatan sendiri, dan memang itulah peraturannya. Ada seseorang peserta bernama alvin. Mobilnya tak istimewa, namun ia termaksud dalam 4 orang anak yang masuk final.
Dibanding lawannya, mobil dialah yang paling tidak sempurna, dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu yang berkedip diatasnya, tentu tidak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil dari peserta lainnya, namun ia bangga karena mobil itu buatan ia sendiri.
Tibalah saat yang dinantikan, setiap anak mulai bersiap di garis start untuk mendorong mobil mereka kencang - kenacng. Dan sebelum lomba itu dimulai, alvin tampak berkomat kamit seperti sedang berdoa, matanya terpejam dengan tangan dilipat. Lalu, semenit kemudian ia berkata, YA AKU SIAP.
Dan DORR... Tanda telah dimulai, dengan satu hentakan kuat, mereka mendorong mobilnya. dan akhirnya mobil alvin lah yang duluan sampai finish. Semuanya senang, begitu juga alvin. Ia berucap dan berkomat kamit dalam hati TERIMA KASIH.
Saat pembagian piala, ketua panitianya berkata. Hey jagoan, pasti kamu tadi berdoa kepada Allah untuk menang yah???
Jawab alvin, tidak pak, bukan itu yang saya doakan. Sepertinya tidak adil untuk meminta kepada Allah untuk menolong ku mengalahkan orang lain.
itu sama saja saya mendoakan orang lain untuk kalah. Saya hanya bermohon pada Allah, supaya aku tidak menangis jika aku kalah, dan tidak akan sombong jika aku menang.

wew, ok juga.. thx cuy bwt blog nya...
BalasHapusmemang bner tuh, biasanya banyak orang yg sering ky gtu.. mang top deh, teguran bgt